Minggu, 05 November 2017

Sketsa Kota Lama Gresik Tahun 1770


Sketsa Kota Lama Gresik Tahun 1770


Oleh: 
Eko Jarwanto, M.Pd.
Guru Sejarah SMA Assaadah Bungah Gresik
Peraih medali Emas OGN (Olimpiade Guru Nasional) Bidang sejarah 2017






Melihat kebelakang mengenai tata kelola Kota Lama Gresik memang sungguh menarik. Tentunya banyak sekali perubahan yang terjadi dalam tata kelola susunan Kota Lama Gresik selama berabad-abad tersebut. Lalu, bagaimanakah sebenarnya bentuk Kota Lama Gresik sebagai sebuah kadipaten di awal pembentukannya saat tahun 1700'an? Beruntunglah.. kita dapat menemukan sebuah sketsa terkait bentuk Kota Lama Gresik saat itu. Sebuah sumber yang "Sangat Langka" berhasil penulis temukan. 

Sebenarnya, penulis menemukan tiga denah/sketsa mengenai susunan tata Kota Lama Gresik dengan berbagai sudut pandang, namun sketsa diatas menjadi pilihan kajian edisi ini karena keunikannya. Sketsa tersebut berhasil menggambarkan wilayah Kota Lama Gresik secara utuh. Bahkan, beberapa tempat digambarkan dengan tepat terkait posisinya yang hingga sekarang amsih bisa ditemui. Hal ini menandakan bahwa si pembuat sketsa memang tahu betul kondisi wilayah Gresik. Sketsa ini dibuat oleh orang Belanda dan sekarang tersimpan di Universitas Leiden. Tentunya banyak misteri di dalam sketsa tersebut yang harus diungkap. 

Berikut beberapa identifikasi terkait skesta "luar biasa" tersebut.

Kawasan Alun-alun, kawasan alun-alun terdapat di tengah kota. Kawasan ini merupakan pusat tata kota dan berada dekat kantor pemerintahan atau Dalem Bupati. Alun-alun menjadi simbol dari pertemuan pemimpin dengan rakyatnya. Di sekitar alun-alun inilah bangunan-bangunan pemerintahan berdiri. Sampai saat ini di sebelah utara alun-alun masih berdiri kantor Pemda Tingkat II kabupaten Gresik. Ditilik dari gaya arsitekturnya yaitu gaya Indisch, bangunan tersebut adalah salah satu dari Dalem kabupaten kuno. Digambarkan pula bahwa di timur alun-alun terdapat dermaga yang menjorok ke arah laut. Di sekitarnya juga berdiri kantor-kantor dan gudang, antara lain kantor cukai.

Sarana Masjid Agung, bangunan Masjid Agung tampak pada sketsa yang berada di sebelah barat alun-alun kota. Namun terdapat pula bangunan lain yang menunjukkan tempat peribadatan, namun dengan istilah temple. 

Untuk Jaringan Jalan, maka Jaringan jalan di dalam kota sudah ada untuk menghubungkan tempat-tempat penting di kota, misalnya dari Dalem menuju pelabuhan, Dalem menuju makam, dan Dalem menuju pasar. Sedangkan jalan antar kota yang menghubungkan Gresik dengan daerah sekitarnya, seperti Surabaya, Giri, dan Sidayu juga sudah ada. Hal Ini diperkuat adanya kalimat “Weg na Bonganie” yang berarti jalan ke Bongani (Bungah) pada peta tahun 1770.

Pada Bangunan Benteng, maka bangunan ini diduga berlokasi di sekitar daerah Bedilan, yang berada di utara alun-alun. Kata bedil berarti senjata, di duga tempat ini sebagai perakitan senjata api. Pada gambaran sketsa Gresik tahun 1770 termuat kata t-fort yang menunjukkan adanya sebuah benteng di Kota Lama Gresik.

Pemukiman Penduduk
Berada di kawasan utara benteng dengan istilah "Dalem"






Sumber Sketsa Peta: Universiteitsbibliotheek Leiden. Berjudul "Plaan van het fort en omlegende cituatien van Griesee " Dibuat Tahun 1770. 


Kamis, 02 November 2017

Gresik (Agati) dalam Temuan Peta Kuno Tertua (1561)













Oleh: Eko Jarwanto, M.Pd.
Guru SMA Assaadah Bungah Gresik
Peraih Medali Emas OGN (Olimpiade Guru Nasional) Bidang Sejarah 2017




Mencari jejak sejarah Gresik dalam peta-peta kuno tidak semudah yang diduga bagi kalayak umum. Ketelitian dan pemahaman sejarah yang luas diperlukan guna mengungkap hal ini. Salah satunya ialah temuan peta kuno berangka tahun 1561 yang merupakan buah karya petualangan (pedagang-pedagang) bangsa Eropa (Portugis). Dalam peta tersebut, Kata "Gresik" memang tidak ada, karena memang kata itu tidak lazim digunakan oleh bangsa-bangsa Eropa awal (Portugis) yang hadir di kepulauan Nusantara. Kata yang lazim untuk menyebut Gresik adalah "Agati". Demikianlah dalam sebuah peta kuno yang berhasil penulis temukan berangka tahun 1561 tersebut disebutkan adanya istilah Agati. Agati adalah istilah penyebutan wilayah Gresik dalam persepsi bangsa-bangsa Portugis di abad 16. Adakah yang bisa menemukan Gresik dalam peta-peta kuno sebelum tahun tersebut? rasanya agak sulit. Sejauh dari pengalaman penulis dalam menulis sejarah Gresik. Inilah peta tertua yang menyebut Gresik (meskipun dengan istilah Agati). Penulis memang menemukan beberapa temuan peta kuno terkait Gresik, namun usianya agak lebih muda, yaitu ada peta tahun 1597, 1658, 1667 dan beberapa peta kuno yang diperkirakan dibuat di abad-abad 16-17 M. Adanya temuan peta kuno yang mencantumkan kota Gresik (Agati) sudah membuktikan bahwa Gresik sebenarnya telah tumbuh menajdi kota kosmopolitan sejak abad 16 M.

Sekian...!




Catatan:
Mulai edisi bulan ini, tulisan dalam program GPS (Gresik Punya Sejarah) akan tetap terus berlanjut namun dengan sedikit format berbeda. Penulis hanya menuliskan beberapa fakta menarik terkait sejarah Gresik dari sudu pandang yang berbeda dalam bentuk ABSTRAK, sedangkan isi FULL PAPER-nya penulis simpan dulu. Hal ini sengaja penulis lakukan mengingat dalam jangka waktu ke depan, insyallah seluruh kumpulan artikel (karya tulis) tersebut semoga bisa menjadis karya buku yang tentunya lebih bermanfaat bagi semua pihak. Amin....!




  Seri: GPS 1 Judul Buku:  Gresik Punya Sejarah (Peran Gresik dalam Lintasan Sejarah Nusantara) Penulis: Eko Jarwanto Ready awal...